NU dan Kondom

image

Para aktivis penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia dikejutkan pernyataan PBNU yang melarang umat Islam terlibat dalam bagi-bagi kondom gratis. Kegiatan Pekan Kondom Nasional (PKN) dilakukan sebagai bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari AIDS Internasional.

Pernyataan PBNU secara langung membelah aktivis penanggulangan HIV dan AIDS, dengan pilihan strategi dan argumentasi masing-masig. Sebagian aktivis secara langung merespons negatif pernyataan itu. Kekecewaan ini bisa dipahami. NU saat ini berperan sebagai Principle Recipient (PR) bersama Kemenkes, KPAN dan PKBI, dengan mengelola dana penanggulangan HIV dan AIDS yang dikucurkan Global Fund.

Banyak pihak menilai pernyataan itu berwajah kontra produktif, sebab PBNU mestinya justru turut mendukung berbagai strategi untuk percepatan penurunan kasus HIV dan AIDS di Indonesia. Terlebih dana yang dikelola PBNU dimaksudkan untuk penguatan Organisasi Masyarakat Sipil yang melakukan penjangkauan kelompok-kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi HIV dan AIDS.

Sebagian kelompok merespons positif sambil melontarkan kritik terhadap KPAN dan Kemenkes yang dinilai tidak strategis dalam merancang agend-agenda kampanye penanggulangan HIV dan AIDS. Misalnya, kelompok ini mengusulkan kembali, agenda PKN mestinya hanya dilakukan di area hotspot (wilayah yang diduga komunitasnya berisiko tinggi.

Sebagian kelompok melakukan aksi diam. Kelompok ini dimungkinkan melihat merespons pernyataan PBNU hanya akan merugikan strategi jangka panjang dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Koordinasi

Pernyataan PBNU setidaknya menjadi menarik dilihat dengan membasiskan diskusinya pada tiga model respons. Pertama, pada konteks PBNU sendiri, sedang menunjukkan berapa buruknya model koordinasi dan komunikasi antara PBNU dan Lembaga Kesehatan NU sebagai pelaksana proyek dan pengelola dana penanggulangan HIV dan AIDS.

Bisa diduga, koordinasi itu sangat buruk kalau tidak bisa dikatakan tidak ada komunikasi sama sekali. Bisa jadi pelaksana proyek di tubuh NU tidak secara jelas mengkomunikasikan berbagai strategi dan agenda penanggulangan HIV dan AIDS. Lebih celaka lagi, jika pengelola proyek tidak pernah mengkomunikasikan Iingkup proyek berada di wilayah komunitas berisiko tinggi: gay, waria, dan pekerja seks.

Jika ternyata komunikasi dan koordinasi sudah dilakukan dengan baik, bisa diduga bersumber dari ketidakpahaman personal PBNU terhadap agenda dan strategi penanggulangan HIV, termasuk tidak mengerti, organisasinya justru menjadi bagian langsung dari PKN. Kenyataan ini bisa terjadi, bisa juga dipicu oleh cara jurnalis dalam mencari narasumber secara serampangan. Sebagai petinggi PBNU tak elok tak bisa menjawab pernyataan jurnalis mengenai PKN. Lalu, lahirlah pernyataan itu.

Pada konteks aktivis penanggulangan HIV dan AIDS sedang menunjukkan berapa tidak seriusnya mereka dalam merumuskan strategi kampanye. Mereka tidak pernah memerhitungkan potensi-potensi perlawanan yang bakal muncul dari strategi yang dimunculkan. Kelemahan dalam analisisnya ini, lantas saat terjadi perlawanan dari masyarakat, mereka tak bisa memberikan argumentasi yang cerdas. Jalan keluarnya, turut pula menyalahkan kalangan elitnya.

Manakala dugaan ini benar, maka pantas saat muncul pernyataan-pernyataan sumbang terhadap para pelaksana penanggulangan HIV. Kesumbangan yang sesungguhnya sangat menyakitkan, sebab para aktivis dianggap hanya memburu dana penanggulangan HIV.

Agenda ke depan, penting untuk dikembangkan kesepakatan-kesepakatan bersifat tertulis di antara para lembaga yang terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Kesepakatan ini mencakup strategi program yang akan dijalankan.

Sumber gambar: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kondom

Mukhotib MD @mmdsyndicate

Mukhotib MD

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: