Perhatikan Kebutuhan Perempuan dan Anak

Jakarta. Semua perhatian saat ini tertuju ke arahnya. Hujan yang terus menerus, menyisakan banjir yang kini nyaris menjadi bencana nasional. Daerah-daerah di luar Jakarta harus memberikan perhatian serius, sebab ratusan ribu penduduknya terdiri dari orang-orang miskin. Kini saatnya menunjukkan kebersamaan untuk meringankan beban warga Jakarta.
Goenawan Mohammad (GM) melalui akun twitter mengungkapkan rasa cinta yang tumbuh tiba-tiba ke Jakarta, ketika melihat bagaimana kaum mudanya begitu cekatan dalam memberikan berbagai bantuan kepada korban. Tidak berhenti sampai di situ, GM juga aktif memberi informasi tersedianya bantuan melalui Salihara. Kita bisa merasakan ketajaman mata pena seorang GM.

Di tempat yang lain, KAPAL Perempuan juga begitu aktif, dan mulai menyalurkan batuan. Kecekatan ini menujukan betapa kuatnya jaringan kerja yang dibangun organisasi perempuan ini. Diam-diam, tak banyak promosi, tetapi melakukan tindakan nyata.

Para penggiat media sosial juga tidak tinggal diam. Laporan-laporan langsung mereka, cukup memberikan gambaran mengenai peta banjir di Jakarta. Melalui foto dan lokasi yang mereka unggah bisa menjadi pijakan dalam membuat peta wilayah yang membutuhkan bantuan.

Mengenali kebutuhan

Banjir dalam waktu yang lama akan membawa persoalan kesehatan yang kompleks. Biasanya, yang paling menonjol, diare, desentri, dan gatal-gatal kulit. Tentu saja, selain sakit kepala, sakit perut, dan berapa penyakit ringan lainnya. Dalam konteks seperti inilah, penting dilakukan pengenalan terhadap berbagai kebutuhan warga, sehingga bantuan yang dikirimkan benar-benar berguna.

Belajar dari pengalaman berbagai bencana yang terjadi di Indonesia,  kebutuhan perempuan dan anak seringkali terlupakan. Misalnya, kebutuhan akan pembalut, BRA, dan celana dalam. Bagi sebagian besar orang mungkin akan dianggap remeh temeh, tetapi jika terabaikan justru akan mengakibatkan persoalan kesehatan serius bagi perempuan. Selain itu,  juga penting diperhatikan bagi mereka yang sedang hamil. Terlebih yang sudah mencapai usia kehamilan lebih dari tujuh bulan. Kesiapsiagaan juga harus selalu ditekankan untuk mengantisipasi kelahiran. Perhatian terhadap asupan gizi bagi perempuan hamil mesti pula diajun agar kesehatan ibu tetap terjaga, dan kesehatan janin yang dikandungnya dengan demikian terjaga pula.
Sementara, kebutuhan bagi anak-anak tidak hanya kebutuhan makanan, pakaian dan pengobatan. Mereka juga membutuhkan pendamping-pendamping psikolog untuk menghindarkan mereka dari trauma berkepanjangan. Sebab, persoalan trauma yang tak tertangani, akan berdampak bagi perkembangan dan pertumbuhan mereka di masa depan.Terakhir, perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak perempuan juga penting dilakukan, terutama agar mereka terhindar dari pelecehan dan kekerasan seksual. Mungkin di benak sebagian besar masyarakat menegasikan persoalan ini.

Tetapi fakta di berbagai tempat bencana, tindakan tidak manusiawi ini tetap saja terjadi.Mengadang Jakarta, pakailah kaca mata kemanusiaan, lupakan konflik dan berbagai prasangka. Tidak perlu untuk saling menyalahkan. Gunakan seluruh energi dan pemikiran untuk mengatasi bencana banjir yang akan melumpuhkan seluruh aktivitas di kota beton ini.

Dengan kaitkata , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: