Nota Kosong

Hiruk pikuk pemberantasan korupsi dan manipulasi ternyata seluruhnya memiliki efek di kalangan birokrat. Berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari dana negara secara tidak sah tidak coba dilakukan. Salah satunya dengan cara meminta nota kosong. Tujuannya, tentu saja untuk bisa menggelembungkan pengeluaran dari yang sebenarnya.

Malam itu, seorang konsumen di kedai foto copy dan mini market yang saya kelola masuk dua orang yang hendak menggunakan jasa foto copy. Saya melayani dengan ramah sebagaimana mestinya seorang penjual jasa. Cukup lumayan, mereka akan menggandakan dokumen hampir mendekati satu rim banyaknya.

Setelah mempersilakan mereka menunggu, saya mulai mengoperasikan mesin pengganda dokumen.Mesin mulai bekerja, lembar demi lembar tergandakan. Belum lagi dapat setengah, dua orang konsumen tadi berpamitan untuk keluar sebentar.

Setelah mengiyakan, saya mulai sibuk kembali menggandakan dokumen pesanan konsumen itu. Tidak lebih dari satu jam, saya selesai menggandakan seluruh dokumen itu. Agar proses pembayaran cepat saya menyiapkan nota pembayaran seperti layaknya bukti pembayaran di mini market. Dan dokumen pesanan saya kemas sedemikian rupa dan saya masukkan ke dalam tas plastik. “Selesai,” kataku sambil duduk untuk istirahat sejenak.

Pukul 21.00, konsumen baru kembali. Salah seorang menanyakan hasilnya. Kembali dengan senyum ramah, saya menyerahkan dokumen itu. Lalu menyodorkan nota yang sudah saya cetak. Setelah menerima pembayaran, saya berpikir urusan selesai. Ternyata tidak.

Salah satu konsumen itu, meminta nota kosong, yang tentu saja sudah saya bubuhi tanda tangan. Dengan tegas saya menolak permintaan itu. Saya tidak hendak terlibat dalam cara-cara yang tidak benar. Saya yakin, nota kosong itu akan digunakan untuk menggelembungkan anggaran.

Dengan wajah masam, dua pelanggan itu. Saya tidak tahu, apakah mereka malu atau kecewa dengan tindakan saya itu. Sambil menutup pintu, saya merasa bangga terhadap diri saya sendiri. Meski itu berarti saya akan kehilangan pelanggan potensial.

Dengan kaitkata , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: