Malam yang Bahagia

Malam ini kali ketiga Kliwon merasa bahagia. Pasalnya, sudah tiga kali ini iklan sosialnya mendapatkan respons positif. Kliwon menyediakan layanan gratis, konsultasi ide tulisan dan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Kebanggaan yang pertama, membuktikan keyakinan Kliwon, setiap orang pada dasarnya memiliki keinginan untuk berbagai informasi dan pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain. Persoalannya, media apa yang dipilih untuk menyampaikan informasi itu. Sebagian memilih dengan lisan, karena ini cara paling mudah dan tentu saja murah. Hampir-hampir tidak memerlukan ketrampilan tambahan, kecuali kemampuan latennya, berkomunikasi secara baik dan menarik.
Tamu Kliwon malam itu, ingin menambah ketrampilan dalam berbagi informasi dan pengetahuan, melalui tulisan dan media yang dipilih blog. Untuk media, tamu Kliwon merasa sudah cukup memadai, bahkan ia sudah membuat blog yang menurut Kliwon pilihan theme blog itu cukup menarik dan interaktif. Maka, malam itu Kliwon dan tamunya berbincang soal bagaimana informasi dan pengetahuan bisa disampaikan melalui tulisan. Secara normatif melalui tahapan memerlukan ide atau gagasan yang ingin disampaikan, laku menuangkannya dalam rangkaian kata untuk membentuk kalimat, rangkaian kaisar untuk membangun paragraf, dan rangkaian paragraf untuk berbentuk sebuah kaya tulis yang ciamik, nyamleng, dan tentu saja mudah dipahami pembacanya.

Tamu Kliwon lainnya, jatuh lebih menarik, karena ia sangat peduli dengan kesalahan-kesalahan yang jamak terjadi di masyarakat mengenai penggunaan bahasa. Bagi Kliwon apa yang disampaikan tamunya memang bukan suatu tang baru. Tetapi Kliwon melihat betapa tamunya tampak bahagia, ketika Kliwon membenarkan apa yang disampaikannya. Misalnya, tamunya menyebutkan diksi ‘merubah’. “Ini menurut saya salah berat. Sayangnya, para pejabat juga banyak yang keliru,” kata tamu itu.

Kliwon mengangguk-angguk. Sungguh mengagumi tamunya itu. Orang kecil rakyat biasanya, yang datang ke warung Kliwon hasta untuk membeli pulsa telepon, tetapi memiliki kepedulian untuk mendiskusikan soal-soal kebahasaan. Sebuah tindakan yang sungguh pantas diacungi jempol. Kliwon yakin benar, hanya sedikit orang, dan bahkan sedikit pejabat yang mau membuka kamus bahasa Indonesia untuk memperbaiki kemampuan berbahasanya. Dan tetangga Kliwon menjadi satu dari tang sedikit itu.***

Dengan kaitkata , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: