Intoleransi, Kenapa Negara Gagal?

Negara gagal membangun toleransi. Begitulah kita bisa menyaksikan berbagai akrobat kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap kelompok yang lain, berdasarkan atas kebenaran sendiri dan memaksa orang lain untuk mengikuti kebenaran itu.

Substansi toleransi adalah sebuah sikap yang mencoba untuk memahami pilihan, pandangan dan perilaku orang per orang dan kelompok sebagai sesuatu yang boleh, selama sama sekali tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti orang lain dan kelompok lain. Semuanya merupakan hak bagi seseorang ataupun kelompok, yang harus dipenuhi negara sebagai pengampu kewajiban hak warga negara sebagai individu atau kelompok.

Jika saja pandangan dan perilaku itu dianggap salah dalam kebenaran kelompok yang lain maka yang bisa dilakukan untuk memberikan pencerahan dan menjauhkan dari segala tindakan brutal, vandalisme dan penghancuran Hak-hak sipil dan politics, serta hak ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam pembacaan seperti inilah, tidak dibenarkan sama sekali berbagai tindakan dengan mengatasnamakan apapun untuk mengancam, mengintimidasi dan mendiskreditkan apalagi sampai melakukan pelukaan dan pembunuhan terhadap kelompok lain yang dianggap tidak sesuai dengan kelompok tertentu.

Toleransi tidak saja dikembangkan dalam kehidupan keagamaan, sebagaimana wajahnya begitu muram untuk masa terakhir ini. Tetapi juga toleransi yang berkaitan dengan masalah seksualitas, yang juga tak pernah reda di negeri ini.

Di sinilah ada benarnya tudingan negara gagal melakukan perlindungan terhadap warga negara dalam berbagai kasus intoleransi. Maka sudah saatnya gerakan perlawanan terhadap intoleransi tidak hanya mempersoalkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran, melainkan juga mulai mempersoalkan negara yang melakukan pelanggaran HAM, setidaknya dalam moda pemberian (by omission).

Mari bergerak untuk kedamaian setiap orang dan kelompok di negeri Pancasila ini.***

Dengan kaitkata , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: