Tentang Sebuah Gagasan Para Relawan

image

Mungkin sekitar dua minggu lalu, saya menerima sebuah email yang sangat menggembirakan dari sahabat relawanku yang bekerja di Ibu Kota Jakarta. Isinya soal rencana penerbitan sebuah buku yang akan dilakukan oleh para relawan PKBI DIY. Saya menyambutnya dengan antusias, berapi-api. Pertanyaannya, kenapa buku itu menjadi penting?

Setidaknya, saya melihat buku yang akan ditulis ini menjadi penting dalam beberapa hal. Pertama, menulis meskipun sebenarnya tidak sulit, sependek apa pun tulisan itu, tetap merupakan sebuah proses kreatif yang melibatkan banyak sumber daya.

Imajinasi yang liar, upaya sistematisasi imajinasi liar menjadi terkonsep, dan kompleksitas kemampuan intelektual yang akan mengolah ide-ide dalam pikiran, mungkin juga bersifat generatif-universal, untuk dipersandingkan dengan fakta empiris yang bersifat mikro-lokal.

Dari sinilah analisis kritis lantas bisa berkembang, memancing pertanyaan-pertanyaan yang akan memandu pada sebuah simpulan. Mungkin saja simpulan yang menjawab dengan cerdas atau hanya mengajukan pertanyaan. Keduanya tidak ada masalah.

Kedua, bekerja dalam dunia NGO tak ubahnya atau setidaknya hampir sama persis dengan berdagang gagasan. Membaca ide-ide, menemukan fakta-fakta menjadi sebuah bahan material yang harus diolah agar bisa dinikmati oleh banyak orang.

Pengolahan bahan material merupakan proses kreatif, dan produksinya yang bisa dinikmati banyak orang salah satu di antaranya dalam bentuk tulisan. Bagi yang lain bisa berbentuk poster, ilustrasi, photografi, atau produk audio-visual. Meskipun dalam bentuk yang paling konvensional, pelisanan hasil olah kreatif bisa juga dikembangkan. Ini bukan soal baik dan buruk, melainkan seberapa kuat masing-masing kita mampu menggunakannya dalam penjualan gagasan.

Dari sinilah, kenapa saya menjadi begitu antusias untuk menyambut dan mendukungnya sekaligus. Tetapi agenda semacam ini bukan sederhana, tidak bisa dilakukan sambil lalu, apalagi hanya sempat menengok setiap seminggu. Ia harus selalu disapa saban hari, seperti kita menyapa pikiran kita sendiri. Kalau tidak, ia hanya akan menjadi mimpi indah. Dan terus bisa memilikinya, maka janganlah sekali-kali terjaga. Dan saya dengan tulus akan mengucapkan, “selamat tidur siang, Tuan.”

Dengan kaitkata , , , ,

One thought on “Tentang Sebuah Gagasan Para Relawan

  1. galink mengatakan:

    baru bangun dari tidur siang nih bung hehehe… cek email ya =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: