Setelah Novel Kedua Saya Terbit

image

Rasa sakit, rasa lelah hilang sudah. Rasa puas, rasa lega menggantikannya. Pada akhirnya, memang tak banyak yang bisa saya pidatokan, kecuali kata terima kasih, sehingga novel kedua yang saya tulis di sela-sela waktu yang saya miliki, dengan seluruh kemauan yang menggurat dalam hati, terbit sudah, lahir sudah, menjadi makhluk yang hidup dan akan besar sesuai dengan muatannya.

Satu-satu persatu nama bermunculan, dan seakan hendak berebut untuk saya tuliskan di urutan yang pertama, karena memang semua sama maknanya bagi diri saya. Tetapi akhirnya tak mungkin juga untuk kulakukan, sehingga memang harus satu per satu saya tulis tanpa mengurangi bobot dan artinya bagi perjalanan kepenulisan saya sedang arungi dan akan terus saya arungi.

Pertama, Arsih…, karena dengan kegigihan dan kesabarannya, dua novel saya telah dibidaninya. Tanpa kerja keras dan kehendak baiknya, dua novel saya tak akan pernah bisa lahir, kecuali hanya akan menjadi janin dalam rahim, menua dan merana, merapuh tak pernah tampak wujudnya. Apalagi cita rasa dan aroma mewanginya.

Bang Ashadi Siregar, yang di tengah-tengah situasi fisik yang tidak enak, bersedia memberikan endorsement untuk novel saya. Juga untuk Prof. Musda, yang hanya memiliki sedikit waktu dengan berbagai kesibukannya, telah memberikan sedikit waktu berharganya untuk menuliskan endorsement. Keduanya seakan memberikan status yang jelas bagi novel saya.

Nama lain, tentu saja para relawan PKBI DIY, Mitra Strategis PKBI DIY, terutama Jecky teman dialog konseptual yang selalu berapi-api, Gama yang banyak memberi inspirasi dan info hangat, novan yang tanpa ia sadari selalu menyediakan amunisi bagi saya untuk berpikir nakal.

Budi Wahyuni, yang telah meretaskan jalan lempang bagi saya, semacam shiroth al Mustaqiem, sehingga saya bisa mendapatkan pengalaman, prngetahuan dan perspektif yang amat lengkap dalam hidup saya. Kang Nardi, intelektual yang sangat kritis, yang secara diam-diam saya ikuti pandangannya, sehingga novel saya menjadi lebih komunikatif.

Nah, dua nama terakhir, Ruhaini dan Ninik, terima kasih juga tak terhingga, yang telah bersedia mendiskusikan novel saya. Peran mereka bagi saya tak ubahnya sebagai pemberi jazah, sebagaimana layaknya yang saya alami di pesantren NU.

Dengan kaitkata , , , ,

One thought on “Setelah Novel Kedua Saya Terbit

  1. crazywrite88 mengatakan:

    Kereeeeennnnn…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: