Bedah Essay-Novel “Kliwon”

Essay Novel “Kliwon; Perjalanan Seorang Saya” yang diterbitkan PKBI DIY, akan dibedah bersama Abidah el-Khalkiqie (penulis novel Perempuan Berkalung Surban) dan Abdurrazaki (antropolog) pada 7 Oktober 2010 di Joglo Kedaulatan Rakyat, Jl. P. Mangkubumi Yogyakarta.

Essay-Novel yang saya tulis ini ingin menyajikan berbagai pergulatan ideologis dan wacana sensitif, terutama berakaitan dengan isu jender, kesehatan reproduksi dan seksual (HIV dan AIDS), HAM, dan Agama.

“Berjuang menawarkan alternatif pemikiran di ranah agama yang amat sensitif, bukan hanya membutuhkan keberanian. Tapi juga kegigihan, keteguhan dan konsistensi sikap. Melalui novel “KLIWON” ini pembaca diajak menjelajahi ruang-ruang pemikiran baru yang mencerahkan. Yang kolot mungkin menuduhnya tindakan ini subversif, bahkan pengkhianatan.
Selalu ada kontroversi di sana. Tapi saya meyakini, Mukhotib MD sedang mengagungkan nilai kemanusiaan dan meletakkan nilai itu pada derajat paling tinggi. Kalau saja manusia muslim Indonesia punya pikiran yang sama dengan Mukhotib MD, pastilah kita akan merasakan sejuk dan nyamannya Indonesia. Indonesia yang terbebas dari aneka razia dan kekerasan berkedok agama. Untungnya, Mukhotib MD berstatus alumni pesantren dan seorang muslim yang konsisten mengamalkan ajaran agamanya. Kalau tidak, wuaaah….

Butet Kartaredjasa, aktor

Mukhotib MD adalah bukti otentik dari keberhasilan penerapan teori Paulo Freire di Indonesia. Ia merupakan murid ideologis Mansour Faqih–sang pemula–yang melakukan pendidikan analisis kritis atas penindasan berbungkus keyakian/agama. Bersama Roem Topatimasang, Mansour mengembangkan pendidikan sebagai praktik pembebasan. Dari sedikit murid–murid eksperimennya, Mukhotib MD telah menggunakan diri serta pengalamannya sebagai laboratorium yang mendialektikakan teori dan praksis untuk pembebasan secara terus menerus. Dan lebih jauh dari Freire yang gagal melihat dimensi gender dalam pendidikan untuk pembebasannya, Mukhotib MD telah membuktikan, perjuangan kelas sosial akan sia-sia belaka tanpa meretas ketimpangan relasi gender yang berpangkal dari prasangka perkelaminan. Essay-Novel ini tak bisa lain merupakan ijasah dari sekolah aktivismenya. Sebuah ijasah yang jauh lebih bermakna dari selembar kertas bertinta emas.

Lies Marcoes-Natsir, Aktivis Perempuan

Dengan kaitkata , , , , , ,

One thought on “Bedah Essay-Novel “Kliwon”

  1. ninid mengatakan:

    sip cak mumu…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: