Topo Email

Kliwon sedikit nganeh-anehi. Sebulan lebih tidak mengakses account emailnya. Banyak orang penasaran, tiada khabar dari Kliwon. Padahal, kalau sedang waras, email yang masuk langsung dibalas tanpam berjarak, hanya hitungan detik atau menit sesuai dengan panjang pendeknya respons yang mesti disampaikannya.

Ustadz Mahmud kewalahan, padahal ada informasi penting yang hendak ditanyakan kepada Kliwon, tentang UU Kesehatan 2009, mengenai Bab yang mengatur masalah Kesehatan Reproduksi. Tetapi karena ustadz, Mahmud tidak kehilangan akal, dicobanya menghubungi Kliwon dengan SMS. Nah, pancingannya dimakan juga, Kliwon membalas SMS itu.

Dari sinilah ketahuan, Kliwon sedang Topo Email, alias tidak mengkases email selama sebulan. Pasalnya, Kliwon sedang mabuk untuk menyelesaikan tulisannya yang tercecer-cecer, direvisi sana-sini. Menurut pengakuannya, tulisan itu akan diterbitkan. Ealah, Mak, Kliwon akan menjadi penulis buku. Jagad Dewa Bathara, bencana apa yang kelak akan terjadi, kalau dunia ini dihuni oleh buku yang ditulis Kliwon. Mungkin saja akan bisa merusak tatanan dan tradisi perbukuan nasional. Semua tentu yakin, tulisan Kliwon tidak akan memenuhi pakem dan rumusan paling rendah sekalipun dana etika dan moral penulisan buku.

Penerbit mana yang tiba-tiba berpikiran menyimpang untuk bersedia menerbitkan tulisan Kliwon menjadi buku. Wow, dunia kepenulisan akan segera berubah, tentu saja bukan menjadi baik, tetapi akan kacau balau dan kehilangan ugeman.

Tetapi, baiklah, kita tunggu saja, apakah buku Kliwon akan terbit beneran, atau pihak penerbit segera menyadari menerbitkan buku Kliwon hanya akan menjadi bumerang dalam dunia perbukuan. Atau tetap akan nekad menerbitkannya dengan resiko akan mengalami kebangkrutan tujuh turunan.

“Ah, kalian tidak mengetahui semangat dalam tulisan. Buku hanyalah sebuah alat, bukan tujuan. Ia hanyalah fisik yang terlahirkan, batin sebuah buku ada dalam rangkaian kata angka yang kawin mawin, dan melahirkan banyak kemungkinan,” kata Kliwon saat Maksum juga meragukan kualitas buku yang hendak ditulisnya.

“Tetapi, Pak…,”

“Tidak ada tapi…,” sahut Kliwon.

“Buku adalah anak kandung seorang penulis. Ia terlahirkan, soal bisa besar atau tetap kecil, bukan urusan orang yang melahirkannya. Tetapi berkait dengan kemampuan orang untuk memaknai batinnya, bukan memandang wadagnya,” tutur Kliwon bersemangat membela.

Matahari lebih awal tenggelam. Merah jingga nmembias di permukaan laut yang maha luas. Membentuk garis-garis lembut, karena hembusan angin laut yang terus mendera. Kliwon dan Maksum masih terus berdebat, dan tak perlu dicari mana ujung dan mana pangkalnya.[]

Dengan kaitkata , ,

One thought on “Topo Email

  1. suryaden mengatakan:

    debat ra jeleh-jeleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: