Membangun Sikap Kritis Masyarakat

Yogyakarta, Kompas – Untuk membangun sikap kritis masyarakat terhadap isu-isu mengenai remaja jalanan, pekerja seks, gay, dan waria, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia DI Yogyakarta bersama mitra strategis programnya memproduksi dan meluncurkan video komunitas. Video komunitas tersebut diluncurkan, Jumat (1/8), di Kepatihan Yogyakarta.

“Video komunitas ini bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa komunitas remaja jalanan, pekerja seks perempuan, gay, dan waria itu memiliki kreativitas dan mampu menghasilkan karya seperti komunitas yang lainnya,” kata Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY, di Yogyakarta.

Video komunitas yang diluncurkan terdiri dari empat film pendek. Pertama, film berjudul Wonderful World, yaitu sebuah film berdurasi 20 menit bercerita tentang sisi lain gay di Yogyakarta. Film ini ingin mengubah stigma buruk masyarakat tentang gay. Bercerita tentang empat orang gay yang mampu menunjukkan prestasi di bidangnya masing-masing, yaitu aktivis, atlet, pengusaha dan penulis.

Kedua, film berjudul Menggugat Lewat Suara Malam. Film dokumenter berdurasi 19 menit ini menceritakan pengalaman nyata beberapa pekerja seks mengenai asal mula mereka menjadi pekerja seks dan cerita-cerita tentang perlakuan kasar aparat negara terhadap mereka.

Film ketiga ialah Untitled, diproduksi Minority, sebuah komunitas remaja jalanan yang menceritakan nasib remaja jalanan yang tidak mendapatkan perlindungan negara, meski dalam UUD 1945 mereka seharusnya dilindungi. Dalam film berdurasi 20 menit itu juga diceritakan, remaja jalanan perempuan sering mendapatkan perlakuan kasar yang berujung pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Film keempat, Begitu Salah Begitu Benar, yaitu film berdurasi 13 menit yang menceritakan dunia waria. Diisi pendapat masyarakat dan pendapat kalangan waria mengenai kehidupan mereka sebagai waria. Waria mengharapkan mereka dapat diterima dan diperlakukan dengan baik oleh pemerintah dan warga masyarakat lain, serta mendapatkan kesetaraan di bidang pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan lainnya.

Mukhotib menuturkan melalui video komunitas ini diharapkan bisa mengubah posisi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan menjadi diakui keberadaannya dalam masyarakat dan menempatkan mereka sebagai subyek media. Video komunitas ini juga sebagai alat perjuangan baru untuk mendapatkan penerimaan masyarakat dan pemenuhan hak sebagai warga negara. Direncanakan, akan dilakukan road show video komunitas sehingga makin banyak masyarakat tahu.

Kahar, dari remaja jalanan, mengungkapkan film dalam video komunitas tersebut adalah ungkapan hati. (RWN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: