Pengadaan buku diduga bermasalah

MUNTILAN – Berbagai kasus dugaan penyelewengan dalam pengadaan buku bernilai miliaran rupiah di beberapa daerah Jateng dan DIY, kini mulai terbongkar. Sebagian tersangkanya juga sudah dijebloskan ke penjara.TP2B (Tim Pengawal Pengadaan Barang dan Jasa) menduga, pengadaan buku pelajar di Kabupaten Magelang pun bermasalah. “Hal itu sudah kami aduan ke bupati dan DPRD, tapi belum ada tindak lanjut,” kata Koordinator TP2B, Drs H Dulchori Arief, kemarin.

Dia menengarai adanya kolusi antara panitia lelang dengan Penerbit Gema Ilmu. Alamat kantor penerbit pemenang lelang yang tertera dalam dokumen pengajuan, fiktif.

Gema Ilmu, menurut dia, tak seharusnya masuk klasifikasi. Apalagi sampai memenangi lelang. Selama beberapa tahun terakhir, diduga pajak nihil. Di sisi lain, kualitas cetak buku terbitannya tak sesuai standar dalam dokumen kontrak.

Karena itu, dia mendesak pihak kepolisian dan Kejaksaan agar segera melakukan upaya hukum bagi pihak-pihak terkait yang diduga melakukan pelanggaran hukum dan mengakibatkan kerugian negara.

Perlu diketahui, Pemkab Magelang mengalokasikan dana Rp 14,6 miliar dalam APBD perubahan 2006 untuk pengadaan buku pelajaran. Gema Ilmu memenangi lelang dengan penawaran Rp 13.895.902.100.

Penyimpangan juga terjadi dalam pengadaan buku penunjang, yakni Kamus Bahasa Inggris- Indonesia dan Kamus Basa Jawa-Indonesia, karena telah menunjuk rekanan. Saat pemasukan penawaran hanya dua hari serta tanpa ditandatanganinya fakta integritas.

Tak sah
LSM Gemasika (Gerakan Masyarakat untuk Transpransi Kebijakan) menilai lelang buku itu tidak sah karena melanggar Keppres 80/2003. Penilaian sama disampaikan Sekjen Koalisi Pemberantasan Korupsi (KPK) LSM Jateng dan DIY, Triyandi Mulkan SH MM.

FAN DPRD Kabupaten Magelang pada awal Januari 2007 menyatakan, buku hasil pengadaan yang didistribusikan ke sekolah ada yang tak sesuai kurikulum. Buku-buku itu disimpan di gudang karena tak bisa dipakai.

Beberapa kepala sekolah mengemukakan, buku matematika untuk kelas VII ditulis milik Pemerintah Kabupaten Magelang dan tidak diperjualbelikan. Tetapi di situ tertulis harga Rp 42.500. Pahadal harga buku semacam hanya Rp 20.000.

Buku Bahasa Inggris untuk kelas VII, VIII dan IX, terbuat dari kertas buram berwarna dan dalam dos ditulis HVS. Dalam buku matematika masih ada ulangan blok. Padahal dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sudah tak ada lagi ulangan blok. TB/ip

Sumber: Harian Sore Wawasan

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: