Kasus korupsi pengadaan buku pelajar

MUNGKID – Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan buku pelajar senilai Rp 14,6 miliar di Kabupaten Magelang ditangani Polda Jateng. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pihak Kejaksaan Negeri Mungkid akan turun lapangan untuk melakukan investigasi.

“Kejaksaan mengajak kami untuk bekerja sama dalam pengumpulan data untuk mengungkap adanya dugaan korupsi dalam proses pengadaan buku pelajar, ” kata Ichsani, Sekjen Gemasika (Gerakan Masyarakat untuk Transparansi Kebijakan), kemarin.

Hari itu, dia bersama Koordinator Gemasika Iwan Hermawan serta Harlinawati dan Fatchul Mujib (anggota) bermaksud audensi dengan Kajari Nini Maryati SH MHum. Karena Kajari sedang manasik, mereka ditemui Kasi Intel Nurwijaya SH beserta dua stafnya, Sumartadi dan Yoyot.

Dalam pertemuan itu terungkap, Kejaksaan mengemukakan sulitnya mengakses data pengadaan buku yang dibiayai dengan dana APBD Perubahan 2006. Dalam hal ini, pemda dinilai sangat tertutup.

Contoh, pejabat yang mengurusi pengadaan buku, tidak mau memenuhi tiga kali panggilan Kejaksaan. “Alasannya, tidak mendapat izin dari bupati,” kata Ichsani, sepulang dari Kejaksaan.

Yang menarik, menurut Iwan Hermawan, pejabat yang terkait pengadaan buku bila ditanya selalu menjawab seragam. Intinya, pemberian keterangan soal buku sudah beres. Yang menginginkan data dipersilakan menanyakannya ke Polda Jateng.

Panitia lelang pengadaan buku memang sudah dipanggil Polda. “Bagi kami, yang paling penting adalah komitmen kajari baru untuk memberantas korupsi, seperti disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Nur Wijaya,” katanya.

Dalam upaya memenuhi komitmen tersebut, katanya, Kejaksaan akan membidik sejumlah kasus yang menarik perhatian. Yakni, yang nilai nominalnya di atas Rp 1 miliar. Antara lain, kasus RSU dan proyek pelebaran jalan Keprekan-Mertoyudan.

Terkait itu, Gemasika akan terus memantau keseriusan pihak Kejaksaan dalam memberantas korupsi. Apa lagi Kajari Ninik Maryati adalah mantan Jaksa Timtas Tipikor.

“Kami berharap perkara pengadaan buku yang ditangani Polda Jateng ini tak terlalu lama segera dilimpahkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang,” katanya.

Ada yang lebih menarik. Gemasika berhasil menemukan, sebagian buku tidak dibagikan secara gratis. “Beberapa sekolah membelinya dengan dana BOS (bantuan operasional sekolah),” kata Iwan Hermawan. TB-ip

Sumber: Harian Sore Wawasan

Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: