Besok: Diskusi Gagasan Linkage gerakan HIV dan AIDS, Perempuan dan HAM

Kerja-kerja yang telah dilakukan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, penguatan hak-hak perempuan dan penegakan HAM sebagai salah satu upaya mewujudkan tata relasi yang lebih tanpa memandang latar belakang apapun bukanlah sesuatu yang sederhana. Perjalanan panjang yang coba ditempuh oleh tiga gerakan melalui relnya masing-masing memang sudah menampakkan hasil yang cukup menggembirakan. Berbagai prestasi yang sudah diraih pun dapat disebutkan secara detail dan akurat dalam setiap gerakan sosial ini.

Karena itu, gagasan membangun linkage antar tiga gerakan dalam mengembangkan strategi gerakan dan penguatan program-programnya, bukanlah berangkat dari ketidakberhasilan masing-masing gerakan, melainkan justru untuk lebih meningkatkan cerita-cerita sukses yang lebih bersifat menyeluruh dan terjadinya akselerasi yang signifikan dalam proses pendidikan kritis dan penyediaan pelayanan yang adil bagi semuanya.

Sebagaimana dipahami bersama, tiga gerakan ini memiliki titik singgung di masing-masingnya. Manakala titik singgung ini dibiarkan menjadi ‘bisu’, yang akan terjadi sebuah proses pengabaian hak secara mendasar. Hanya saja, problem ini tidak muncul ke permukaan karena keterbatasan alat bacanya yang sangat ekslusif dan hanya mampu membaca problem pada dirinya, bukan untuk lintas gerakan. Sebagai contoh, mungkin ini menjadi tampak sebagai penyederhanaan persoalan, proses penanggulangan HIV dan AIDS yang dilakukan tanpa menggunakan cara pandang jender dan HAM, menjebak gerakan ini pada pembacaan atas problem medis semata-mata, dan meletakkan ODHA sebagai makhluk biologis semata-mata. Cara pandang jender dan HAM akan membantu gerakan HIV dan AIDS untuk meletakkan ODHA dalam kerangka relasi sosial, yang kental dengan berbagai kepentingan. Pada akhirnya akan membantu proses-proses pemecahan masalah yang lebih kritis, karena memasukkan keterasingan posisi ODHA dalam konstelasi berbagai kepentingan politik dan kekuasaan.

Di sisi lain, gerakan perempuan yang tidak melihat dengan cara pandang HIV dan AIDS, sesungguhnya sedang melakukan pembiaran proses keterpaparan virus kepada masyarakat perempuan, tanpa menyadari salah satu hak perempuan yang harus ditegakkan adalah amannya diri mereka dari terpapar HIV. Keterpaduan cara pandang ini, kemudian akan memunculkan gerakan baru dengan melakukan rekonstruksi seksualitas yang lebih kritis dan adil jender.

Gerakan HAM yang tidak memiliki cara pandang HIV dan AIDS dan perempuan, menjadikan mereka terjebak pada keyakinan berbagai pemenuhan hak asasi yang dasar seakan-akan sudah terpenuhi begitu saja, dan meyakini negara telah melakukan pemenuhannya meskipun tanpa kontrol mereka. Pada akhirnya, berbagai pelanggaran yang dilakukan negara dalam pelayanan kesehatan dasar—ini sebagai salah contoh—menjadi tidak tertengok faktanya. Kematian karena keterlambatan pelayanan, seakan sudah tidak ada lagi di negeri ini. Ada lompatan yang luar biasa, sehingga yang menjadi perhatian gerakan HAM adalah isu-isu besar, seperti penghilangan orang dan pembantaian massal oleh militer.

Tujuan

1. Memahami secara bersama-sama fakta-fakta penanganan HIV dan AIDS, gerakan perempuan dan HAM di Yogyakarta

2. Mengidentifikasi titik-singgung gerakan HIV dan AIDS, gerakan Perempuan dan gerakan HAM di Yogyakarta

3. Merumuskan kerjasama antara gerakan HIV dan AIDS, gerakan Perempuan dan gerakan HAM di Yogyakarta

Bentuk Kegiatan

Kegiatan ini akan dibagi dalam empat sesi, yang masing-masing sesi akan membahas satu makalah utama dan tiga makalah bebas. Untuk makalah bebas, bisa diajukan oleh siapa saja, yang memiliki kepedulian terhadap gerakan HIV dan AIDS, gerakan Perempuan dan gerakan HAM, khususnya di Yogyakarta, dengan pembagian tema sebagai berikut:

Sesi I : Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia; Konsep Kerja dan Implementasi di Lapangan

Sesi II : Gerakan Perempuan dan HIV dan AIDS

Sessi III: Gerakan HAM dan HIV dan AIDS

Sesi IV : Merumuskan Model Linkage Gerakan HIVdan AIDS, gerakan Perempuan dan gerakan HAM.

Makalah bebas yang masuk akan diseleksi panitia untuk sekedar melakukan kesesuaiannya dengan masing-masing sesi. Penyampaian makalah bebas cukup dalam bentuk abstraksi satu halaman kwarto spasi tunggal, dengan menyebutkan sesi yang dipilihnya. Kirimkan abstraks Anda ke office@pkbi-diy.info, selambat-lambatnya, tanggal 8 Maret 2008.

Waktu dan Tempat
Tanggal 11 Maret 2008, pukul 09.00 s.d. 16.00, di Kompleks Kepatihan Jl. Malioboro Yogyakarta

Pelaksana
Kegiatan ini dilaksanakan oleh jaringan kerja gerakan HIV dan AIDS, gerakan perempuan dan HAM di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: