Minim Informasi HIV/AIDS di Pedesaan

YOGYA (KR) – Selama ini, akses informasi mengenai HIV/AIDS masih belum menyentuh orang-orang yang memerlukan. Padahal mereka yang terpapar HIV/AIDS bukan semata-mata dari kalangan berperilaku risiko tinggi. Sehingga diperlukan adanya informasi terarah, benar dan tepat kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS tersebut. Koordinator Pusat Studi Seksualitas (PSS) PKBI DIY, Maesur Zaky di PKBI Jl Badran, Jumat (26/10). Hal tersebut terkait akan dilaksanakannya survei yang dilakukan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengenai pengetahuan masyarakat pedesaan tentang HIV/AIDS.

Menurut Zaky, survei tersebut dilakukan di 30 desa yang tersebar di lima kabupaten/kota di DIY, masing-masing kabupaten/kota diambil dua kecamatan dan setiap kecamatan diambil tiga desa. ”Selama ini masyarakat pedesaan jarang tersentuh sosialisasi mengenai HIV/AIDS, informasi mengenai hal tersebut hanya beredar di kalangan masyarakat perkotaan. Sangat dimungkinkan, penelitian akan dilakukan Desember mendatang. Sekarang masih dalam tahap pelatihan surveyor,” katanya. Dikatakan, informasi ini menjadi sangat penting dan mendesak menyebar hingga ke pelosok pedesaan. Pasalnya, DIY merupakan daerah berisiko dan pemahaman akan penularan virus masih terbatas. ”HIV tidak tertular karena relasi seks semata,” tambahnya.

Dengan upaya ini, sebut Zaky ada harapan sekaligus untuk mengubah stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sehingga akan menghilangkan diskriminasi terhadap mereka pula. Data Kumulatif Statistik Kasus HIV/AIDS terbaru yang dikeluarkan Depkes pada September 2007 di Indonesia menunjukkan secara kumulatif mencapai 16.288 kasus dimana pengidap HIV 5.904 dan 10.384 kasus AIDS. Penambahan angka ini karena ada penambahan 695 kasus AIDS dan 91 pengidap HIV. Menurut faktor risiko, injecting drug users atau IDU’s merupakan faktor risiko tertinggi mencapai 5.140. Sedangkan kasus AIDS terbanyak pada mereka dalam usia 20-29 tahun yang mencapai 5.587 orang. Jika melihat data statistik dimana penambahan baru itu tidak ada di DIY, menurut Zaky jangan lantas merasa ayem karena tidak ada kasus baru di kota ini. Karena yang terjadi, tambah Koordinator PSS PKBI DIY ini, data yang terungkap-pun seringkaoli berbeda. (Fsy)-n

sumber:

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=139597&actmenu=36

Dengan kaitkata , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: