Remaja Tuntut Pelajaran Kesehatan Reproduksi

YOGYA (KR) – Perwakilan Remaja Yogyakarta menuntut DPRD DIY agar Pendidikan Kesehatan Reproduksi dimasukkan dalam pelajaran sekolah, memberikan hak pendidikan bagi siswi Kehamilan Tak Dikehendaki (KTD), memaksimalkan fasilitas remaja serta melibatkan mahasiswa dalam pembuatan kebijakan terkait permasalahan remaja.

Demikian terungkap dalam hearing remaja dengan DPRD Propinsi DIY, baru-baru ini. Perwakilan remaja yang difasilitasi Dirpelda PKBI DIY Mukhotib MD menjelaskan, pendidikan kesehatan reproduksi penting mengingat permasalahan remaja terkait kesehatan reproduksi makin meningkat. Remaja menghadapi tekanan seksualitas akibat kurang pengetahuan, persepsi seksual yang salah, terjadinya free seks di kalangan remaja, minimnya pengetahuan alat kontrasepsi dan kurang kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan reproduksinya.

“Banyak remaja kita yang justru memperoleh informasi seksual dari media yang kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil angket dan poling yang telah kami gelar menunjukkan minat remaja mendapatkan pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah sangat besar,” katanya.

Dari hasil penelitian di sekolah yang mengajarkan mata pelajaran kesehatan reproduksi seperti SMA Santa Maria, ungkap Mukhotib, dapat menekan KTD. Hasil dari penelitian PKBI DIY, dengan pendidikan kesehatan reproduksi saat remaja, mampu mengurangi keinginan remaja mengakses gambar porno. Perwakilan remaja juga berharap hak pendidikan bagi siswi KTD mengingat pendidikan adalah hak setiap warga negara sesuai Undang Undang. Dikeluarkannya siswi KTD sama saja memutuskan harapan masa depan siswi menggapai pendidikan lebih tinggi, ketidakadilan karena siswi KTD dikeluarkan sementara siswa yang menghamili dapat tetap sekolah dan pemerintah tidak memberikan akses yang baik untuk pemenuhan pendidikan namun melegalkan perempuan menikah jika berumur 16 tahun.

“Selain itu, remaja ingin pemerintah melengkapi fasilitas remaja yang masih minim. Remaja membutuhkan layanan kesehatan yang baik dan media berekspresi. Meski sudah ada Youth Center namun terbengkelai. Remaja juga bisa dilibatkan dalam pembuatan kebijakan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DIY Afnan Hadikusumo menjelaskan, Komisi D akan mendistribusikan masalah ini ke dinas, baik Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan dan memantau agar agenda dilaksanakan. “Kita juga tak ada kurangnya untuk mendukung remaja, di antaranya, kami pernah mengusulkan hak pendidikan terhadap siswi KTD. Untuk pelajaran kesehatan reproduksi dengan diberlakukannya UU otonomi daerah, Propinsi hanya mempunyai kewenangan di SLB,” jelasnya. (M-4)-g

3 thoughts on “Remaja Tuntut Pelajaran Kesehatan Reproduksi

  1. ayu mengatakan:

    pemerintah….tunggu apalagi??dha bagus remajanya punya inisiatif untuk minta hak nya lagi pula klo dibiarin terus makin banyak remaja yang jadi “korban” karena ketidaktahuannya ttg proses reproduksinya yang rentan terhadap perilaku menyimpang akibat lingkungan dsb,lagipula pembinaan remaja bukan cuma tanggung jawab remaja itu sendiri tapi juga orang tua, guru, tenaga kesehatan dan PEMERINTAH

  2. hariyono mengatakan:

    negara kita adalah negara yang sangat kental akan budaya timur, maka tidak salahnya kalau remaja sekarang diberikan pendidikan seks pada sistem pendidikan sekarang. mungkin hasilnya tidak akan diterima secara instan. tapi hasilnya kedepan akan lebih baik. mungkin angka freeseks dan pornografi menurun. salam dari aryo.

  3. sharkiezz mengatakan:

    lingkungan sangat berpengaruh terhadap
    seseorang, banyak remaja yg jatuh kedalam
    freeseks and lainnya hanya karena lingkungan!
    pemerintah jangan cuma buat kebijakan saja
    tetapi terapkan itu dalam kehidupan sehari”
    agar dapat menjadi budaya yg baik dalam lingkungan dan bisa menjadi contoh.. ga usah jauh” mulai dari keluarga dulu, sosialisasi
    mengenai kesehatan reproduksi terutama pada remaja putri!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: