PKBI Khawatirkan Penyebaran IMS

YOGYAKARTA- Setelah dilanda gempa bumi 27 Mei lalu dan belum tersedianya bangunan layak huni, korban warga Kabupaten Bantul khususnya kini harus bersiap-siap menghadapi ancaman penyakit infeksi menular seksual (IMS). Pemerintah diminta segera turun tangan menyediakan layanan lengkap untuk kesehatan reproduksi (kespro) di daerah korban gempa.

Hal itu dikatakan Direktur Pelaksana Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi DIY, Mukhotib MD SAg kepada wartawan, Jumat (11/8). Melalui Manajer Program, Supri Cahyono, disebutkan dari hasil rekam medis melalui program klinik keliling yang mereka lakukan selama Juni-Juli lalu, 5,26% dari 19.941 warga korban gempa (907) sudah mengeluhkan kesehatan reproduksinya.

Empat persen lainnya (19.034 orang) meminta pelayanan kesehatan reproduksi berkait kehamilan, keluhan haid, keputihan, dan gatal-gatal pada alat kelamin. ”Bahkan di antaranya sudah ada gejala terjadinya IMS,” ujar Supri Cahyono, tanpa menyebutkan jumlah, jenis kelamin pasien, ataupun usia pasien.

”Kami sangat mengkhawatirkan ancaman merebaknya penyakit IMS, bila pelayanan kesehatan reproduksi tidak segera mendapatkan perhatian pascagempa,” ujar Supri. Apalagi, di antara tempat tinggal dan kondisi yang masih serbadarurat, tak lama lagi memasuki musim hujan yang menambah buruk keadaan.

Padahal selama warga masih tinggal di tenda, keluhan kesehatan reproduksi terus bermunculan.

Perlu Diwaspadai

Ancaman makin merebaknya penyakit IMS, khususnya HIV/AIDS, kian serius hingga perlu diwaspadai. Hal itu dimungkinkan karena banyaknya posko kesehatan yang sangat sibuk melayani pasien, tetapi sering melupakan standar kewaspadaan universal (universal precaution), yang bisa jadi menularkan virus lewat alat medis yang tidak steril. Begitu juga dari buruknya kondisi sanitasi di wilayah Kabupaten Bantul.

Karena itu, sejalan dengan program rekonstruksi PKBI DIY menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah. Antara lain segera membangun dan memfungsikan kembali pusat layanan kespro terpadu berbasis puskesmas, penyediaan media komunikasi komunitas yang lebih efektif dan mudah diterima masyarakat, mengembangkan kebijakan kespro, khususnya terhadap bahaya HIV/AIDS serta memenuhi kebutuhan hak kespro masyarakat. Terutama bagi kelompok miskin dan marjinal.(P58-39s)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: