salam kenal kang mukhotib.
Kebetulan saya sedang mencoba ngumpulkan teman-teman aktifis (lokal maupun nasional)yang berasal dari magelang. Untuk membangun Magelang.
Saya sendiri sekarang masih di PATTIRO Solo. Rumah Orang tua saya Tanjungsari Ngadirojo Secang.
Kalau boleh, kapan2 saya maen ke rumah. Silaturahmi dan ngobrol lebih banyak.
Halo Bapak… gmana kabarnya…? sejak dari Dompu, seprtinya g ada kabar,,, oh ya mas, sejauh ini PEMDA Dompu sudah menerapkan kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Gratis, dgn alokasi anggaran 11 Miliard pada APBD 2008, kebijakanya efektif berjalan 1 januari 2008, saat ini kami berupaya melakukan pemantauan Kebijakn tersebut.. beritanya juga bisa dibaca di http://www.lensantb.blogspot.com
Bisa ga minta materi pengorganisasian basis untuk orang yag terinfeksi HIV, Rencananya tanggal 16-18 maret 2009 ini JOTHI (jaringan orang terinfeksi HIV indonesia) Kordinasi provinsi Jogjakarta akan mengadakan workshop, dan kita juga meminta kepada Pa Mukhotib untuk dapat bisa membantu kami sebagai narasumber, jika pa mukhotib bisa, kami akan ke kantor bapak, salam perjuangan
mat jumpa kang khotib, gimana khabar keluarga di magelang?, lama juga ya ngak pulang ke Lampung?.
inyong baca artikel sampeyan “Mengapa Koran Desa?”, inyong yang kebetulan lagi merintis penertbitan tabloid “Warta Desa” dengan kawan-kawan dilampung merasa perlu minta advis sama kang khotib.kalau perlu dalam bentuk artikel yang akan kami muat di Warta Desa. honornya cukup lumayan, berupa “ucapan terimakasih”
sebagai perkenalan awal, warta desa terbit perdana bulan april 2011, pengelola inti terdiri dari kawan-kawan PWI dan AJI Lampung, sedangkan pengelola dilapangan melibatkan kepala desa, kepala sekolah, Penyuluh pertanian dan pengelola lembaga yang ada di desa.pada terbitan perdana baru menjangkau satu Kecamatan. saat ini ada empat kecamatan di Kabupaten Lampung Timur telah menyatakan bergabung
Warta desa memiliki misi pemberdayaan wong ndeso melalui jurnalisme warga. artikel-artikel semacam “Mengapa Koran Desa” sangat saya butuhkan.
salam kenal kang mukhotib.
Kebetulan saya sedang mencoba ngumpulkan teman-teman aktifis (lokal maupun nasional)yang berasal dari magelang. Untuk membangun Magelang.
Saya sendiri sekarang masih di PATTIRO Solo. Rumah Orang tua saya Tanjungsari Ngadirojo Secang.
Kalau boleh, kapan2 saya maen ke rumah. Silaturahmi dan ngobrol lebih banyak.
Salam
Mas Setyo…,
Dengan senang hati saya tunggu, sambil ngopi-ngopi, dan ngudud [kalau merokok lo]…
Hallo pak mukh, kapan saya bisa mendengar sajak anda.
Halo Bapak… gmana kabarnya…? sejak dari Dompu, seprtinya g ada kabar,,, oh ya mas, sejauh ini PEMDA Dompu sudah menerapkan kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Gratis, dgn alokasi anggaran 11 Miliard pada APBD 2008, kebijakanya efektif berjalan 1 januari 2008, saat ini kami berupaya melakukan pemantauan Kebijakn tersebut.. beritanya juga bisa dibaca di http://www.lensantb.blogspot.com
Salam
Yonk-Q
Salam kenal. Diundang juga berkunjung balik ke blog saya di alamt, http://yantigobel.wordpress.com
Bisa ga minta materi pengorganisasian basis untuk orang yag terinfeksi HIV, Rencananya tanggal 16-18 maret 2009 ini JOTHI (jaringan orang terinfeksi HIV indonesia) Kordinasi provinsi Jogjakarta akan mengadakan workshop, dan kita juga meminta kepada Pa Mukhotib untuk dapat bisa membantu kami sebagai narasumber, jika pa mukhotib bisa, kami akan ke kantor bapak, salam perjuangan
mat jumpa kang khotib, gimana khabar keluarga di magelang?, lama juga ya ngak pulang ke Lampung?.
inyong baca artikel sampeyan “Mengapa Koran Desa?”, inyong yang kebetulan lagi merintis penertbitan tabloid “Warta Desa” dengan kawan-kawan dilampung merasa perlu minta advis sama kang khotib.kalau perlu dalam bentuk artikel yang akan kami muat di Warta Desa. honornya cukup lumayan, berupa “ucapan terimakasih”
sebagai perkenalan awal, warta desa terbit perdana bulan april 2011, pengelola inti terdiri dari kawan-kawan PWI dan AJI Lampung, sedangkan pengelola dilapangan melibatkan kepala desa, kepala sekolah, Penyuluh pertanian dan pengelola lembaga yang ada di desa.pada terbitan perdana baru menjangkau satu Kecamatan. saat ini ada empat kecamatan di Kabupaten Lampung Timur telah menyatakan bergabung
Warta desa memiliki misi pemberdayaan wong ndeso melalui jurnalisme warga. artikel-artikel semacam “Mengapa Koran Desa” sangat saya butuhkan.
Mantap…. Bung. Saya dukung. Tetapi yang penting masyarakat benar-benar menulis. Tidak kita lagi.