Aku dan Aktivis Radio Komunitas Aceh, photo diambil setelah acara Workshop Komunitas di Sabang, NAD. Sebuah proses workshop sangat menyenangkan dan menjanjikan untuk gerakan sosial Aceh, masa depan. Bayangkan, hampir seluruh dari mereka adalah korban tsunami dan gempa, tetapi mereka tetap memiliki semnagat baja untuk sebuah perubahan sosial yang lebih adil.
Setelah photo bersama, gaya sana, gaya sini, akhirnya aku kelilipen. Keadaan makin tidak tenang, karena sore itu, radio komunikasi yang terus online itu, meneriakkan akan ada badai menuju ke India, melalui Laut Aceh, waduuhhh. Syukurlah, kata radio komunikasi itu, setelah menjelang maghrib, menginformasikan kembali, jika badai itu langsung menuju ke Madagaskar. Semoga para nelayan dan pengguna angkutan laut di sana tidak bermasalah.
Beginilah, ketika aku beraksi di lapangan, sesuai bidangku, sebagai fasilitator. Kali ini, aku bersama para santri dayah di Aceh, untuk ngomongin soal perencanaan program gender mainstreaming di negeri serambi Mekkah ini. Antusias, ragu-ragu, silih berganti…!!!
23 Oktober 2007 at 9:43 am
Tulisan tentang Bang Mansur cukup, bagus. Aq sangat banyak terinpirasi akan pemikirannya. terutama tentang gerakan sosial dan neoliberalisme.