Bagaimana Memulai Menulis?

image

Banyak orang ingin bisa menulis. Tetapi tidak sedikit orang yang kemudian merasa putus asa, dan tidak jadi menulis. Banyak orang yang berjanji kepada diri sendiri, untuk menulis setiap hari, meski hanya satu paragraf. Tetapi tidak sedikit orang yang kemudian tak satu kata pun dituliskan setiap harinya. Waktu berlalu bersama berlalunya keinginan untuk menulis. Pertanyaannya, kenapa soal seperti dihadapi oleh banyak orang, bukan hanya oleh sedikit orang?

Tidak sedikit resep tentang kepenulisan ditulis banyak orang, banyak pula orang yang sudah membacanya dan tidak sedikit dari mereka yang ingin melakukannya. Dari berbagai diskusi, membaca pengalaman orang lain, maupun catatan konsultasi, hal-hal yang akhirnya membuat banyak orang gagal untuk menulis, biasanya berakar pada situasi berikut. Pertama, banyak orang berpikiran menulis yang menarik adalah menulis tema-tema besar. Karena terlalu besar yang dipikirkan, akhirnya ide atau gagasan itu menjadi berjarak dengan penulis. Bagman mungkin justru menjadi tidak terjangkau.

Untuk bisa menulis, mulailah dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita sendiri. Hal-hal kecil, tetapi kita benar-benar menguasainya, bahkan sampai hal-hal yang detail. Lebih baik memulai menulis tentang gelas di atas meja tetapi menguasai seluruh dimensinya, ketimbang menulis peluncuran roket yang kita tidak menguasainya. Lebih baik menulis tentang kehidupan petani di sekitar kita, dari menulis tentang kehidupan presiden yang kita tidak menguasai keseluruhannya.

Kedua, banyak orang yang baru memulai menulis, langsung membandingkan dengan karya-karya penulis besar. Akibatnya, kita sendiri yang menulis menilai tulisan kita buruk, tulisan kita tidak layak dibaca orang, tulisan kita sungguh memalukan. Penghakiman terhadap karya sendiri, seringkali dilakukan oleh banyak orang.

Untuk bisa memulai menulis, hindari untuk menilai karya kita sendiri. Kalau kita hendak melakukan uji coba sejauh mana tingkat kepahaman orang setelah membaca tulisan kita, mintalah orang-orang terdekat kita untuk membacanya. Tanyakan komentar mereka tentang tulisan kita. Jika orang terdekat, bisa pasangan hidup, adik, kakak atau teman, yang mengerti benar siapa diri kita, juga tidak paham, maka mintalah saran kepada mereka, bagaimana menurut mereka sehingga bisa memahami tulisan kita.

Ketiga, banyak orang yang memulai menulis memiliki keinginan untuk menggunakan bahasa yang rumit, berbelit, seakan dengan bahasa yang berbunga-bunga, dan seringkali berbingkai. Akibatnya, tulisan kita justru yang rumit pula, berputar-putar tak jelas juntrungnya.

Untuk bisa memulai menulis gunakanlah kalimat yang sederhana terlebih dahulu, yang penting memenuhi kaidah kalimat yang sempurna, mengandung unsur SPO, untuk selanjutya menjadi SPOK. Jika sadar kalimat ini sudah dikuasai, untuk pengembangan kalimat menjadi mudah. Karena tinggal memberikan penyifatan terhadap setiap unsur kalimat. Sebagai contoh, Budi memetik bunga. Untuk mengembangkan kalimat ini, menjadi sebagai berikut, Budi anak berusia 12 tahun itu memetik dengan hati-hati sekuntum bunga mawar merah. Kalau masih dianggap kurang panjang juga kita.bisa menulisnya seperti ini, Budi anak berusia 12 tahun itu sedang di raman, dan tangannya dengan hati-hati memetik sekuntum bunga mawar merah yang tumbuh di dekat pohon manggis.

Bagaimana? Mari kita mulai menulis.

Dengan kaitkata , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: