Bertahun sudah menjadi blogger. Orang sering bertanya, apa untung yang didapat? Susah menjelaskan dan meyakinkan. Pertanyaan yang terus menerus, memaksa saya untuk memberikan jawaban. Ini bukan soal benar atau salah. Jawabannya sangat menjadi subyketif dari masing-masing blogger. Saya tidak memiliki niat untuk melakukan generalisasi. Saya jawab apa yang terasakan dan dirasakan.
Secara finansial kerugian yang bisa dijelaskan. Bagaimana tidak, setiap menambah isi baru, harus mengeluarkan dana akses internet. Waktu bertambah lama, melakukan kunjungan terhadap blog teman-teman lainnya. Pada waktu yang sama, terkuras juga tenaga, diserang rasa kantuk. Menahannya, merogoh saku lagi untuk secangkir kopi dan sebungkus rokok.
Keberuntungan yang tidak mungkin dinilai dengan keping mata uang jauh lebih membanggakan. Blogger sedang melakukan rekonstruksi sosial dalam dunia komunikasi dan informasi. Blogger mengembangkan tradisi baru, dari mencari informasi diganti dengan semangat memberi informasi. Dari membaca pengalaman digeser menjadi membagi pengalaman kepada orang lain.
Kebanggaannya? Dua hal rasa bangga seorang blogger. Pertama, blognya dikunjungi banyak orang. Sehingga transfer makna dan penerima informasi semakin luas. Ini bisa dilihat dari seberapa banyak angka tercatat dalam hit counter-nya.
Kedua, apresiasi para pengunjung. Hal ini bisa diukur dengan ada atau tidaknya komentar yang ditinggalkan mereka. Semakin banyak komentar yang ditinggalkan, menunjukkan informasi sungguh-sungguh dibaca orang.[]
7 Juli 2008 at 4:42 pm
Setuju om

Blogger sangat menonojol dalam hal Passion to share
ga ada Blogger pelit
16 Juli 2008 at 11:06 am
lanjut terus pantang mundur. mengenai passion to share, suatu saat manfaatnya akan kembali lagi kok, walau mungkin harus muter muter kesana kemari dulu.
21 Juli 2008 at 10:13 am
numpang lewat pak mukhotib …
saya juga blogger lho … hehehehe …
Maju terus TV Komunitas !!