Setelah melalui perjalanan panjang dalam proses fasilitasi pendidikan kritis rakyat, satu hal yang selalu saya kagumi, ketrampilan menggambar. Karena tidak saja menjadi penyegar suasana–khan menjadi tidak sekedar kotak-kotak dan lingkaran serta corat-coret yang lain–juga bisa memvisualisasikan gagasan yang sedang dikembangkan. Nah, kalau sudah begini, saya selalu teringat dengan salah seorang kolega–ach…, mungkin tidak tepat benarnya menyebut kolega, mungkin seorang fasilitator yang saya pernah menjadi pesertanya–Kang Mufid Aziz. Coretan-coretannya begitu dahsyat, dan tentu saja menggelitik.